Keranjang
Belanja
    [ 0 Barang ]

 
 
 
Alamat:
Jl. Dr. Sutomo No. 13 A
Yogyakarta INDONESIA
telp: +62-274-562338

Jam Buka:
Senin - Sabtu
09.00-15.00 WIB


Makna Filosofi dan Cerita di Balik Berbagai Motif Batik - seri Truntum
2015-05-20 15:14:35

Truntum berasal dari kata nuntun (menuntun) Motif truntum memiliki makna cinta yang bersemi kembali. Menurut cerita, motif ini tercipta sekitar tahun 1749-1788 M ketika Ratu Kencono atau Ratu Berok (Permaisuridari Paku Buwono III) diabaikan oleh suaminya karna sibuk memperhatikan selir barunya. Kemudian sang permaisuri  memilih untuk mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup Hidup pada suatu malam. Ketika memandang langit yang cerah dan bertabur bintang, beliau mendapat inspirasi. Untuk mengisi kekosongan, beliau mulai membuat karya batik dengan motif truntum yang berbentuk seperti bintang. Selang berapa lama kemudian, sang raja menenmukan permaisuri sedang membatik sebuah kain yang indah. Hari demi hari sang raja memperhatikan permaisuri dan kain indah yang sedang dibuatnya. Kemudian muncullah kembali rasa sayang sang raja pada permaisuri.Selain itu, motif truntum juga melambangkan kesetian. Motif ini biasa digunakan ketika hari pernikahan oleh orang tua dari pengantin. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai.


Ragam hias Truntum


Ditulis oleh Lia Indriani, tenaga Edukator Museum Batik Yogyakarta 2015.
Saran dan masukan untuk tulisan via info@museumbatik.com



<< kembali ke indeks artikel




Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0